Teliti tentang Gender Leadership, Peneliti ACeHAP Terpilih Menjadi WHO-SEARO Research Fellow

Nuzulul (Berjilbab) berpose bersama para peneliti gender dan feminist India.

Nuzulul Kusuma Putri, salah satu peneliti di ACEHAP, terpilih menjadi research fellow pada program WHO-SEARO research fellowship program “Strengthening gender equity and intersectionality in Health Policy and Systems Research”. Program ini telah memilih sembilan orang peneliti dari berbagai negara seperti Indonesia, India, Bangladesh, Srilanka, dan Nepal melalui seleksi yang ketat terhadap lebih dari 50 peneliti yang mengajukan ketertarikannya pada isu ini.

Program ini merupakan hasil kerjasama WHO-SEARO dengan Public Health Foundation of India yang dilaksanakan mulai 2019 hingga 2020. Tujuan program ini adalah memberikan penguatan kapasitas peneliti kesehatan dalam menggunakan kerangka berpikir gender intersectionality dalam menganalisis sistem kesehatan. Setiap research fellow selanjutnya mendapatkan research grant untuk mengkaji isu gender dalam sistem kesehatan.

Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Nuzulul menunjukkan bahwa glass ceiling terjadi di dalam suksesi para manajer kesehatan di Indonesia. Banyak tenaga kesehatan maupun manajer kesehatan di Indonesia adalah seorang perempuan namun hanya sedikit yang akhirnya dipromosikan menjadi jenjang pengambil kebijakan yang lebih tinggi. Hasil penelitian inilah yang ditawarkan oleh Nuzulul untuk dijadikan bahan kajian dalam research fellowship program ini. Nuzulul menawarkan ide untuk menganalisis pengaruh glass-ceiling dan keterwakilan gender ini terhadap responsivitas program kesehatan dalam mengatasi masalah gender. Hingga saat ini, perencanaan program kesehatan masyarakat masih sangat minim dianalisis menggunakan lensa gender, padahal mayoritas masalah kesehatan masyarakat tidak gender-neutral.

Kajian Nuzulul ini terhadap isu akan disajikan dalam website ACEHAP selanjutnya.