Bertempat di Aula Sabdo Adi, Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia (JAKI) melaksanakan acara diskusi sains terbuka yang menghadirkan pembicara Dr. Dasapta Erwin Irawan. Diskusi yang juga merupakan rangkaian dari peluncuran JAKI edisi bahasa Inggris ini berlangsung dengan metode Webinar (Web Seminar).

Acara ini meriah dengan dihadiri oleh beberapa jurnal di lingkungan Universitas Airlangga serta para reviewer dan dosen FKM Unair. Diskusi sains terbuka sendiri baru pertama kali dilaksanakan di Universitas Airlangga atas prakarsa JAKI dan Komunitas Sains Terbuka Airlangga yang digawangi oleh Rizqy Amelia Zein.

Dari diskusi tersebut, dapat dibuat rangkuman bahwa pengetahuan adalah milik masyarakat. Bukan milik penerbit atau redaksi jurnal (bereputasi). Karena sifatnya adalah barang publik, maka sebaiknya dibagikan seluas-luasnya bagi publik. Sebagai akademisi maupun peneliti yang seharusnya dilakukan adalah mengejar reputasi, bukan posisi di pemeringkatan.

Bagaimana agar reputasi terdongkrak? Bagikan seluasnya agak sebanyak mungkin orang mendapatkan manfaat dari pekerjaan kita. Anggapan keliru apabila peneliti berpikir bahwa idenya akan dicuri ketika dibagikan. Justru ketika dibagikan, peneliti sedang melindungi haknya atas karyanya sendiri dan metrik cenderung memberikan impresi yang keliru soal substansi karya ilmiah. Untuk itu, sebaiknya kita menggunakan metrik seperlunya saja, sesuai dengan peruntukannya. Serta tidak harus menunggu punya karya yang banyak, H-index yang tinggi untuk mempraktikkan #SainsTerbuka. Kita sendiri dapat mulai dari hal yang kecil, misalnya membagikan slide presentasi atau beberapa informasi yang berguna bagi publik.

/IAR