ABSTRAK.

Hasil Riskesdas tahun 2007, 2013 dan 2018 menunjukan angka stunting pada balita masih di atas 30%. Sementara kemiskinan dibuktikan seringkali hadir bersamaan dengan terjadinya stunting pada balita. Gizi yang adekuat pada masa hamil dan pengawasan kesehatan ibu hamil melalui pelayanan antenatal care dinilai merupakan salah satu upaya sensitif dalam penanggulangan stunting. Studi ini ditujukan untuk menjawab apakah faktor kemiskinan dan ketersediaan layanan kesehatan berhubungan dengan prevalensi balita stunting di provinsi di Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis lanjut data sekunder “Data dan Informasi: Profil Kesehatan Indonesia tahun 2017”. Data dianalisis secara deskriptif dengan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kategori persentase penduduk miskin yang tinggi (> 14,43%) didominasi oleh prevalensi balita stunting yang tinggi (22,51%-30,0%). Pada kategori rasio Puskesmas per 100 ribu penduduk tinggi (≥ 4) terlihat didominasi oleh prevalensi balita stunting pada kategori tinggi (22,51%-30,0%). Pada kategori rasio tenaga gizi per 100 ribu penduduk tinggi (> 12) justru terlihat didominasi oleh prevalensi balita stunting kategori tinggi (22,51%-30,0%). Pada kategori rasio tenaga bidan per 100 ribu penduduk tinggi (> 97) didominasi oleh prevalensi balita stunting kategori tinggi (22,51%-30,0%). Disimpulkan bahwa persentase penduduk miskin berhubungan secara positif dengan prevalensi balita stunting. Sementara faktor input pelayanan kesehatan (Puskesmas, tenaga gizi, dan tenaga bidan) tidak berhubungan dengan prevalensi balita stunting. Disarankan pemerintah lebih memfokuskan sasaran kebijakan pada masyarakat miskin.

Kata Kunci: balita, stunting, profil kesehatan, kemiskinan

https://www.researchgate.net/publication/331908237_Gambaran_Prevalensi_Balita_Stunting_dan_Faktor_yang_Berkaitan_di_Indonesia_Analisis_Lanjut_Profil_Kesehatan_Indonesia_Tahun_2017

Laksono, Agung & Kusrini, Ina. (2019). Gambaran Prevalensi Balita Stunting dan Faktor yang Berkaitan di Indonesia: Analisis Lanjut Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. 10.13140/RG.2.2.35448.70401.